Share of Voice
Home / SEO / Share of Voice Definisi, Manfaat, dan Cara Ukur

Share of Voice Definisi, Manfaat, dan Cara Ukur

Share of Voice bukan lagi istilah yang hanya beredar di ruang rapat tim pemasaran atau presentasi agensi. Istilah ini kini menjadi salah satu ukuran yang sering dipakai untuk melihat seberapa besar porsi percakapan, eksposur, dan perhatian publik yang berhasil direbut sebuah merek dibanding para pesaingnya. Dalam persaingan digital yang semakin padat, memahami Share of Voice membantu perusahaan membaca posisi mereka di pasar dengan cara yang lebih tajam dan terukur.

Di tengah banjir konten, iklan, unggahan media sosial, dan hasil pencarian, sebuah merek tidak cukup hanya hadir. Merek harus terdengar, terlihat, dan dibicarakan. Itulah sebabnya Share of Voice menjadi penting. Ukuran ini bukan sekadar angka yang menunjukkan volume penyebutan, melainkan petunjuk tentang kekuatan visibilitas merek di tengah kompetisi yang terus bergerak. Ketika sebuah brand memiliki porsi percakapan yang lebih besar, peluang untuk membangun pengenalan dan memengaruhi keputusan audiens pun ikut meningkat.

“Di era digital, yang paling sering menang bukan selalu yang paling besar, tetapi yang paling sering muncul di kepala audiens pada waktu yang tepat.”

Mengenal Share of Voice dan alasan metrik ini sering dipakai

Share of Voice adalah persentase kehadiran sebuah merek dalam kanal tertentu jika dibandingkan dengan total kehadiran seluruh pesaing pada kanal yang sama. Kehadiran itu bisa diukur dari banyak hal, mulai dari jumlah tayangan iklan, penyebutan di media sosial, eksposur media online, hingga visibilitas kata kunci di mesin pencari. Karena itulah, Share of Voice tidak selalu memiliki satu bentuk penghitungan yang mutlak. Metrik ini menyesuaikan dengan kanal yang sedang dianalisis.

Pada awalnya, konsep ini banyak digunakan dalam dunia periklanan tradisional. Perusahaan menghitung berapa besar porsi belanja iklan mereka dibanding total belanja iklan di kategori industri yang sama. Seiring perkembangan digital, pengertiannya meluas. Sekarang, Share of Voice bisa dipakai untuk membaca dominasi merek di media sosial, SEO, iklan berbayar, pemberitaan media, bahkan percakapan forum online.

Content Hub Adalah Jenis dan Tips Bikin yang Efektif

Share of Voice dalam pemasaran digital modern

Dalam pemasaran digital, Share of Voice menjadi alat untuk mengetahui apakah sebuah merek benar benar hadir di ruang yang diperhatikan audiens. Jika perusahaan aktif membuat konten, menjalankan kampanye iklan, dan mengelola media sosial, tetapi porsinya masih kecil dibanding kompetitor, itu berarti ada celah yang perlu dibenahi.

Penggunaan Share of Voice di era digital terasa lebih relevan karena perilaku konsumen kini terpecah di banyak kanal. Audiens bisa mengenal merek dari hasil pencarian Google, video pendek, ulasan pengguna, artikel media, hingga iklan yang muncul saat mereka membuka aplikasi. Dengan banyaknya titik sentuh ini, perusahaan memerlukan ukuran yang dapat merangkum posisi mereka di tengah riuhnya pasar. Share of Voice menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan gambaran seberapa besar suara merek terdengar di antara suara pesaing.

Mengapa perusahaan perlu memantau Share of Voice secara rutin

Perusahaan yang memantau Share of Voice secara rutin biasanya lebih cepat membaca perubahan pasar. Ketika pesaing tiba tiba lebih sering muncul di media sosial atau mendominasi hasil pencarian untuk kata kunci tertentu, perubahan itu bisa langsung terlihat. Dari sana, tim pemasaran dapat menilai apakah penurunan visibilitas terjadi karena strategi sendiri melemah atau karena kompetitor sedang agresif.

Ada beberapa alasan utama mengapa metrik ini penting.

1. Menilai posisi merek di tengah persaingan
2. Membaca efektivitas kampanye pemasaran
3. Mengetahui kanal yang paling kuat dan paling lemah
4. Mengamati pergerakan kompetitor
5. Menjadi dasar pengambilan keputusan anggaran

Cara Membuat RSS WordPress 2024, Mudah Banget!

Bagi bisnis yang sedang bertumbuh, Share of Voice juga membantu menghindari keputusan yang hanya berdasarkan perasaan. Banyak merek merasa sudah aktif dan cukup dikenal, padahal data menunjukkan mereka masih tenggelam di bawah dominasi pemain lain. Dengan pengukuran yang jelas, strategi bisa diarahkan berdasarkan bukti, bukan asumsi.

Share of Voice bukan sekadar soal ramai dibicarakan

Sering kali orang mengira bahwa Share of Voice hanya berarti banyaknya jumlah penyebutan. Padahal, pembacaan yang baik jauh lebih luas. Sebuah merek bisa saja sering disebut, tetapi konteks penyebutannya negatif. Di sisi lain, merek lain mungkin disebut lebih sedikit, namun muncul di kanal yang lebih relevan dan menjangkau audiens yang lebih siap membeli.

Karena itu, Share of Voice sebaiknya tidak dibaca sendirian. Metrik ini akan lebih kuat bila dipadukan dengan sentimen, engagement, traffic, conversion, dan kualitas eksposur. Jika tidak, perusahaan bisa terjebak mengejar keramaian tanpa memahami apakah keramaian itu benar benar menguntungkan bisnis.

“Angka yang tinggi memang menggoda, tetapi angka tanpa arah sering kali hanya membuat strategi terlihat sibuk, bukan efektif.”

Jenis Share of Voice yang paling sering digunakan

Setiap kanal memiliki cara pengukuran Share of Voice yang berbeda. Inilah beberapa jenis yang paling umum dipakai dalam dunia pemasaran.

SEO untuk Lembaga Nonprofit Cara Menang di Google

Share of Voice di media sosial

Share of Voice di media sosial biasanya dihitung dari jumlah penyebutan merek dibanding total penyebutan semua merek dalam kategori yang sama. Penyebutan ini dapat berasal dari unggahan, komentar, tag, mention, atau hashtag tertentu.

Metrik ini berguna untuk melihat siapa yang paling mendominasi percakapan publik. Jika brand Anda menjual produk kecantikan, misalnya, Anda bisa membandingkan seberapa sering nama brand Anda disebut dibanding pesaing dalam periode tertentu. Dari sini akan terlihat apakah kampanye media sosial benar benar mendorong percakapan.

Share of Voice di SEO

Share of Voice di SEO mengacu pada porsi visibilitas sebuah situs di hasil pencarian organik untuk sekumpulan kata kunci tertentu. Pengukurannya sering didasarkan pada ranking kata kunci, estimasi klik, dan total impresi dibanding kompetitor.

Ini sangat penting karena hasil pencarian adalah salah satu pintu utama konsumen menemukan produk atau informasi. Jika pesaing menguasai banyak kata kunci bernilai tinggi, mereka berpotensi menyerap lebih banyak traffic dan calon pelanggan.

Share of Voice di iklan berbayar

Pada kanal iklan digital, Share of Voice dapat dilihat dari porsi impresi atau eksposur iklan dibanding total impresi yang tersedia di pasar atau dibanding kompetitor. Dalam beberapa platform, metrik seperti impression share sering dipakai untuk membaca posisi ini.

Bila impression share rendah, penyebabnya bisa bermacam macam. Anggaran bisa terlalu kecil, kualitas iklan kurang baik, atau persaingan lelang iklan sedang meningkat. Data ini membantu tim iklan mengambil keputusan lebih tepat.

Share of Voice di pemberitaan media

Untuk merek yang sering muncul di portal berita, media industri, atau publikasi online, Share of Voice bisa dihitung dari jumlah liputan yang diterima dibanding total liputan yang membahas kategori industri yang sama. Pengukuran ini banyak dipakai dalam public relations.

Tidak hanya kuantitas, kualitas media yang meliput juga penting. Satu liputan di media besar dengan audiens relevan bisa jauh lebih berharga dibanding banyak penyebutan di kanal yang kurang berpengaruh.

Cara menghitung Share of Voice dengan rumus sederhana

Secara umum, rumus Share of Voice cukup mudah dipahami:

Share of Voice = jumlah metrik merek Anda / total metrik seluruh merek x 100 persen

Jika merek Anda disebut 2.000 kali di media sosial dalam satu bulan, sementara total penyebutan lima merek dalam kategori yang sama mencapai 10.000 kali, maka Share of Voice Anda adalah 20 persen.

Namun, praktik di lapangan sering lebih rumit karena perusahaan harus menentukan lebih dulu hal berikut:

1. Kanal yang ingin diukur
2. Daftar kompetitor pembanding
3. Periode waktu pengamatan
4. Jenis metrik yang dipakai
5. Sumber data yang digunakan

Tanpa batasan yang jelas, hasil pengukuran bisa bias. Misalnya, membandingkan merek nasional dengan pemain global tanpa menyesuaikan pasar target akan menghasilkan pembacaan yang kurang adil.

Langkah menyusun pengukuran Share of Voice yang akurat

Agar hasilnya tidak menyesatkan, pengukuran Share of Voice perlu disusun dengan disiplin. Ada beberapa tahapan yang sebaiknya dilakukan.

Share of Voice dimulai dari penentuan kanal

Tentukan dulu apakah Anda ingin mengukur Share of Voice di media sosial, SEO, iklan, atau media online. Setiap kanal punya perilaku data yang berbeda. Jangan mencampur semuanya dalam satu angka jika tujuannya belum jelas.

Share of Voice perlu daftar pesaing yang relevan

Masukkan hanya kompetitor yang benar benar bertarung di ruang yang sama. Jika terlalu banyak nama yang tidak relevan, hasilnya akan kabur. Jika terlalu sedikit, hasilnya bisa tampak terlalu optimistis.

Share of Voice harus memakai periode yang konsisten

Bandingkan data dalam rentang waktu yang sama, misalnya per minggu, per bulan, atau per kuartal. Pengukuran yang konsisten akan memudahkan pembacaan tren dari waktu ke waktu.

Share of Voice lebih kuat bila dipadukan dengan kualitas data

Jangan berhenti pada volume. Cek juga sentimen, sumber penyebutan, jenis audiens, dan relevansi topik. Ini penting agar perusahaan tidak salah membaca lonjakan yang sebenarnya tidak sehat bagi merek.

Alat yang biasa dipakai untuk memantau Share of Voice

Banyak tim pemasaran menggunakan kombinasi beberapa alat untuk memantau Share of Voice. Untuk media sosial, mereka biasanya memanfaatkan social listening tools yang dapat melacak mention, hashtag, dan sentimen. Untuk SEO, tools analitik pencarian dipakai guna memantau ranking kata kunci dan visibilitas organik. Sementara untuk iklan berbayar, data bisa diambil langsung dari dashboard platform iklan.

Beberapa tim juga menggabungkan data manual, terutama untuk analisis kompetitor yang lebih sempit. Cara ini memang memakan waktu, tetapi kadang diperlukan agar interpretasi lebih presisi. Yang terpenting bukan hanya alatnya, melainkan ketelitian saat menentukan parameter pengukuran.

Kesalahan yang sering terjadi saat membaca Share of Voice

Banyak perusahaan sudah mengumpulkan data, tetapi keliru saat menafsirkannya. Ada beberapa kesalahan yang cukup umum terjadi.

Pertama, terlalu fokus pada angka besar tanpa melihat kualitas eksposur. Kedua, membandingkan kanal yang berbeda dengan standar yang sama. Ketiga, tidak memperbarui daftar kompetitor. Keempat, mengabaikan sentimen negatif. Kelima, menganggap Share of Voice yang tinggi selalu identik dengan penjualan yang tinggi.

Padahal, hubungan antara visibilitas dan hasil bisnis tidak selalu lurus. Share of Voice memang bisa menjadi sinyal kekuatan merek, tetapi tetap perlu dihubungkan dengan tujuan bisnis yang lebih nyata seperti leads, penjualan, atau loyalitas pelanggan.

Saat Share of Voice dipakai untuk membaca peluang pasar

Di tangan tim yang tepat, Share of Voice bisa menjadi alat untuk menemukan peluang yang belum dimanfaatkan. Misalnya, sebuah merek melihat bahwa kompetitor mendominasi percakapan di Instagram, tetapi masih lemah di hasil pencarian organik. Itu bisa menjadi celah untuk memperkuat strategi SEO. Atau sebaliknya, brand menemukan bahwa mereka cukup kuat di media online, namun kalah jauh dalam percakapan komunitas digital. Temuan semacam ini dapat membuka arah strategi baru.

Selain itu, Share of Voice juga membantu melihat tema apa yang paling sering diasosiasikan dengan merek. Jika sebuah brand ingin dikenal karena layanan cepat, tetapi publik justru lebih sering membicarakan harganya, ada ketidaksesuaian yang perlu diperbaiki dalam komunikasi merek.

Share of Voice sebagai penunjuk persaingan yang terus bergerak

Persaingan merek tidak pernah diam. Hari ini sebuah brand bisa mendominasi percakapan, besok posisinya bisa tergeser karena kampanye kompetitor, perubahan algoritma platform, atau isu yang mendadak viral. Karena itu, Share of Voice sebaiknya diperlakukan sebagai metrik yang hidup, bukan laporan sekali jadi.

Perusahaan yang rajin memantau pergerakannya akan lebih siap melakukan penyesuaian cepat. Mereka bisa mengetahui kapan harus menaikkan intensitas kampanye, memperbaiki kualitas konten, menggeser fokus kata kunci, atau merespons strategi lawan. Dalam lanskap pemasaran yang bergerak cepat, kemampuan mendengar seberapa keras suara merek sendiri terdengar di pasar sering kali menjadi pembeda antara brand yang sekadar hadir dan brand yang benar benar diperhitungkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *