iPhone Duo Dicoba Langsung di Apple Park, Ini Kesan Pertamanya Apple akhirnya memasuki pasar ponsel lipat melalui iPhone Duo. Perangkat yang selama bertahun tahun hanya beredar sebagai rumor itu diperkenalkan di Apple Park, Cupertino, California, pada 9 September 2026 dan langsung menjadi pusat perhatian setelah acara peluncuran selesai.
Sejumlah jurnalis teknologi mendapat kesempatan memegang dan mencoba unit iPhone Duo di area hands on Apple Park. Kesan awal yang muncul cukup seragam. Perangkat ini terasa berbeda dari iPhone yang pernah dibuat Apple, terutama ketika layar 7,6 inci dibuka dan garis lipatan di bagian tengah ternyata jauh lebih samar dari perkiraan.
Apple menempatkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan layar luar 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci. Harga awalnya mencapai 1.999 dolar AS untuk penyimpanan 256 GB, menjadikannya iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple pada saat peluncuran.
Meski terlihat menarik saat pertama disentuh, iPhone Duo juga membawa beberapa kompromi. Bobotnya relatif besar, bodinya lebih tebal dibandingkan sejumlah pesaing ketika dilipat, kamera telefoto khusus tidak tersedia, dan Face ID digantikan Touch ID pada tombol samping.
Bentuk Seukuran Paspor Langsung Terasa Berbeda
Saat tertutup, iPhone Duo tidak terasa seperti iPhone Pro Max yang dipotong menjadi dua. Apple memilih bentuk yang lebih pendek dan lebar dengan layar luar 5,4 inci. Perusahaan menggambarkan dimensinya sebagai perangkat yang kurang lebih menyerupai paspor ketika tertutup.
Pilihan bentuk tersebut membuat pengalaman menggenggam terasa unik. TechRadar yang mencoba perangkat di Apple Park menilai sisi melengkung dan permukaan bingkai membantu membuat bodi tetap nyaman di tangan meskipun bentuknya lebih lebar dari iPhone biasa.
Namun, penggunaan satu tangan masih membutuhkan penyesuaian. Mekanisme engsel cukup kokoh sehingga membuka perangkat hanya dengan satu tangan tidak selalu mudah. Dengan dua tangan, gerakannya terasa lebih alami dan engsel dapat berhenti pada beberapa sudut.
Inilah salah satu hal yang langsung membedakan Duo dari iPhone biasa. Perangkat tidak hanya mempunyai dua posisi, terbuka dan tertutup. Pengguna dapat meletakkannya setengah terbuka di meja untuk video, FaceTime, fotografi, atau mode StandBy.
Apple membuat engsel dari lebih dari 100 komponen. Struktur internal juga diperkuat agar kedua sisi bodi tetap kaku ketika perangkat digunakan dalam posisi terbuka.
Menurut penulis, kesan paling kuat dari iPhone Duo bukan karena layarnya dapat dilipat. Banyak ponsel Android sudah melakukan hal tersebut. Yang terasa berbeda adalah bagaimana Apple berusaha membuat gerakan membuka, menutup, dan berpindah layar terasa seperti bagian alami dari iOS.
Layar Dalam 7,6 Inci Menjadi Bagian Paling Mengesankan
Begitu iPhone Duo dibuka, layar Super Retina XDR berukuran 7,6 inci menjadi perhatian utama. Ukurannya sekitar 50 persen lebih besar daripada layar iPhone 18 Pro Max menurut Apple.
Layar tersebut memakai ProMotion, Always On Display, serta tingkat kecerahan luar ruang hingga 3.000 nits. Ukuran besar membuat Duo lebih dekat dengan tablet kecil ketika digunakan untuk menonton video, membuka dokumen, bermain gim, atau menjalankan dua aplikasi.
Media yang mencoba langsung perangkat ini banyak menyoroti lapisan nano texture pada permukaan layar. Lapisan tersebut menghasilkan tampilan lebih matte dibandingkan panel iPhone pada umumnya.
Tujuannya bukan hanya mengurangi pantulan. Apple menggunakan tekstur permukaan untuk membantu menyamarkan garis lipatan di tengah.
MacRumors yang mencoba perangkat setelah keynote menyebut garis tersebut tetap ada, tetapi jauh lebih sulit terlihat maupun terasa ketika jari melewatinya.
TechRadar memberikan penilaian serupa. Ketika layar menyala, lipatan tidak menjadi pusat perhatian seperti pada sejumlah perangkat lipat generasi awal. Permukaan matte juga memberikan karakter visual yang berbeda dari layar mengilap pada kebanyakan telepon.
Garis Lipatan Belum Benar Benar Hilang
Apple tidak mengklaim telah menghilangkan lipatan secara fisik. Perusahaan memilih pendekatan yang membuatnya semakin sulit disadari ketika perangkat digunakan.
Lapisan layar terdiri atas beberapa material lentur, panel OLED, lapisan kaca, struktur penyangga titanium, serta perekat fleksibel yang memungkinkan bagian tersebut bergerak ketika dilipat.
Hasil akhirnya cukup menarik ketika dilihat langsung. Pada sudut tertentu dan pencahayaan tertentu, garis di tengah masih dapat terlihat. Namun, ketika pengguna menonton video atau menjalankan aplikasi dengan latar berwarna, perhatian lebih mudah tertuju pada isi layar.
Pendekatan ini penting karena lipatan selama ini menjadi salah satu keluhan terbesar terhadap ponsel foldable.
Perpindahan dari Layar Kecil ke Layar Besar Sangat Mulus
Apple tidak hanya menempelkan layar kedua lalu memperbesar aplikasi. iOS didesain ulang agar aplikasi dapat berubah mengikuti posisi perangkat.
Saat sebuah aplikasi dibuka pada layar luar, pengguna dapat membuka Duo perlahan dan melihat tampilan berpindah menuju layar utama tanpa jeda yang mengganggu.
TechRadar mencoba transisi tersebut menggunakan Netflix dan sebuah gim. Perpindahan konten dari layar luar ke layar dalam dinilai sangat mulus, dengan susunan antarmuka berubah secara otomatis mengikuti ruang layar.
Apple juga mempertahankan rasio yang saling berhubungan pada dua layar agar perubahan ukuran tidak terasa terlalu asing.
Ketika perangkat ditekuk sebagian, aplikasi tertentu dapat membagi fungsi menjadi dua area. Video dapat berada di bagian atas, sementara kontrol ditempatkan pada bagian bawah.
Cara ini membuat engsel bukan sekadar perangkat keras untuk melipat telepon. Posisi engsel ikut dibaca oleh perangkat lunak.
Menjalankan Dua Aplikasi Terasa Alami
Ukuran layar 7,6 inci membuka fungsi multitasking yang selama ini sulit diterapkan secara nyaman pada iPhone.
Pengguna dapat membuka satu aplikasi, menggesernya menuju salah satu sisi, kemudian membuka aplikasi kedua pada sisi lainnya.
TechRadar mencoba Photos dan Messages secara bersamaan. Foto dapat dipindahkan dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan gerakan tarik dan lepas.
Apple juga menyesuaikan sejumlah aplikasi bawaan agar kontrol lebih mudah dijangkau. Beberapa elemen ditempatkan pada bagian kanan layar daripada selalu berada di bawah.
Aplikasi pihak ketiga seperti Zoom, Slack, dan Netflix termasuk layanan yang telah disiapkan untuk memanfaatkan bentuk layar Duo.
Pengguna dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus, tetapi belum tiga seperti pada beberapa ponsel lipat Samsung. Batas tersebut membuat antarmuka lebih sederhana, meski pengguna yang terbiasa dengan multitasking berat mungkin menginginkan ruang lebih luas.
A20 Pro Membuat Layar Besar Tidak Terasa Lambat
iPhone Duo memakai A20 Pro, cip yang sama dengan keluarga iPhone 18 Pro. Apple membuatnya dengan proses 2 nanometer dan memasangkan cip tersebut dengan sistem pendingin vapor chamber.
A20 Pro mempunyai CPU enam inti serta GPU tujuh inti. Apple mengklaim kemampuan grafis meningkat hingga 40 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sedangkan bandwidth memori juga bertambah 50 persen.
Dalam sesi singkat di Apple Park, gim dengan grafis berat dapat dijalankan di layar utama tanpa terlihat mengalami kesulitan. Tom’s Guide menyebut kualitas visual gim yang dicoba terlihat sangat tajam pada panel besar tersebut.
Keuntungan tenaga besar baru terasa lebih jelas ketika dua aplikasi aktif bersamaan atau pengguna menjalankan fungsi AI.
Apple juga memasang mesin tampilan khusus untuk menjalankan dua layar dan menjaga transisi di antara keduanya.
Apple Pencil Akhirnya Bisa Dipakai di iPhone
Salah satu kejutan iPhone Duo adalah dukungan Apple Pencil USB C. Ini menjadi iPhone pertama yang secara resmi dapat digunakan bersama stylus Apple.
Pengguna nantinya dapat menulis catatan, menggambar, atau memberi tanda pada dokumen melalui layar luar maupun layar utama.
Dukungan Pencil belum tersedia untuk dicoba pada sebagian sesi awal media di Apple Park karena aksesori tidak disediakan di meja demonstrasi tertentu.
Tetapi layar 7,6 inci jelas membuat fitur tersebut lebih masuk akal daripada memasang Pencil pada iPhone berukuran biasa.
Duo juga dapat menjadi perangkat untuk menandatangani dokumen, membuat sketsa cepat, atau mengedit gambar tanpa harus membawa iPad.
Kamera Tidak Selengkap iPhone 18 Pro
Apple membuat kompromi cukup jelas pada bagian kamera. iPhone Duo mempunyai kamera utama 48 MP Fusion dan kamera ultra lebar 48 MP Fusion. Kamera utama juga menyediakan pembesaran 2 kali dengan kualitas optik melalui pemotongan sensor.
Tidak ada kamera telefoto khusus seperti yang tersedia pada seri iPhone 18 Pro.
Ketidakhadiran kamera tersebut kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan ruang pada bodi lipat yang sangat tipis ketika terbuka.
Meski jumlah kamera lebih sedikit, desain lipat menghadirkan cara mengambil foto yang berbeda.
Pengguna dapat menggunakan kamera belakang 48 MP untuk selfie sambil melihat dirinya melalui layar luar. Fitur Duo Preview juga memungkinkan orang yang sedang difoto melihat komposisi secara langsung.
Smart Take memakai pemrosesan AI pada perangkat untuk mengenali saat orang dalam bingkai sudah siap berfoto dan kemudian mengambil gambar secara otomatis.
Saat perangkat diletakkan setengah terbuka di meja, kamera dapat berdiri sendiri tanpa tripod.
Video dapat direkam hingga 4K 120 fps dalam Dolby Vision menggunakan kamera utama.
Menurut penulis, absennya telefoto menjadi kompromi yang paling terasa untuk perangkat seharga 1.999 dolar AS. Duo menawarkan cara mengambil gambar yang lebih kreatif, tetapi pembeli kelas premium biasanya juga mengharapkan sistem kamera paling lengkap.
Face ID Hilang, Touch ID Kembali
Perubahan lain yang cukup mengejutkan adalah hilangnya Face ID.
Apple memasang Touch ID pada tombol samping sehingga pengguna dapat membuka iPhone Duo baik ketika layar tertutup maupun terbuka. Perangkat juga dapat dibuka melalui Apple Watch yang telah dipasangkan.
Pilihan ini masuk akal dari sisi bentuk. Kamera dan sensor Face ID harus bekerja dalam beberapa posisi layar yang berbeda, sementara Apple berusaha menjaga bezel dan ketebalan tetap kecil.
Bagi pengguna lama iPhone, kembali menempelkan jari pada tombol mungkin membutuhkan penyesuaian.
Namun, posisi tombol berada di sisi perangkat sehingga proses autentikasi dapat dilakukan ketika pengguna memegang Duo secara normal.
Bobotnya Langsung Terasa
Apple menyebut iPhone Duo sebagai iPhone tertipis saat dibuka. Namun, perangkat tersebut bukan foldable paling tipis atau ringan yang tersedia saat ini.
Tom’s Guide mencatat ketebalan Duo sekitar 5,2 mm ketika terbuka dengan bobot 254 gram. Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold 8 tercatat lebih ringan dan lebih tipis ketika terbuka.
Bobot tersebut mudah terasa ketika perangkat digunakan dengan satu tangan dalam waktu lama.
Saat tertutup, bentuk yang pendek membantu mengurangi rasa besar, tetapi massa keseluruhannya tetap lebih tinggi daripada iPhone konvensional.
Ketika dibuka dan dipegang menggunakan dua tangan, bobot terasa lebih seimbang karena tersebar pada bidang yang lebih luas.
Inilah salah satu bagian yang baru dapat dinilai secara utuh setelah perangkat digunakan selama beberapa hari, bukan hanya beberapa menit di area demonstrasi.
Engsel Kokoh dan Sudutnya Bisa Ditahan
Mekanisme engsel terasa cukup kaku sehingga layar dapat berhenti pada berbagai sudut.
Apple mengatakan engsel terdiri atas lebih dari 100 komponen yang bertugas mengendalikan gerakan sekaligus menopang bagian tengah layar.
Keuntungan desain tersebut terlihat ketika Duo diletakkan seperti laptop mini.
FaceTime dapat berjalan tanpa penyangga tambahan. Kamera dapat diarahkan dengan mengatur sudut layar. Mode StandBy juga dapat dipakai ketika perangkat ditempatkan horizontal.
TechRadar mencatat engsel memberikan rasa solid ketika dibuka dan ditutup, meskipun gerakan satu tangan belum semudah ponsel biasa.
IP68 Menjadi Kejutan untuk Ponsel Lipat
Perangkat lipat mempunyai banyak titik bergerak yang membuat perlindungan terhadap debu dan air lebih sulit dibandingkan telepon biasa.
Apple memberikan sertifikasi IP68 pada iPhone Duo. Perusahaan menyebut perangkat telah diuji dalam keadaan laboratorium hingga kedalaman maksimum enam meter selama 30 menit untuk ketahanan air.
Sertifikasi itu juga mencakup perlindungan terhadap debu.
Apple tetap mengingatkan bahwa ketahanan tersebut dapat menurun seiring pemakaian. Kerusakan akibat cairan juga tidak termasuk perlindungan garansi standar.
Bingkai perangkat menggunakan titanium grade 5. Bagian depan memakai Ceramic Shield, sedangkan struktur di sekitar layar dan engsel diperkuat melalui beberapa lapisan internal.
Kesan awalnya memang terasa kokoh, tetapi ketahanan lipatan baru dapat dinilai lebih jauh setelah unit konsumen digunakan selama berbulan bulan.
Baterai Dibagi ke Dua Sisi
Apple menempatkan satu baterai pada masing masing sisi iPhone Duo.
Kedua baterai bekerja sebagai satu sistem melalui pengelolaan energi perangkat lunak. Apple mengklaim waktu pemutaran video hingga 31 jam menggunakan layar dalam dan hingga 44 jam menggunakan layar luar. Jika kedua layar digunakan secara seimbang, perusahaan memberikan estimasi hingga 24 jam penggunaan.
Pengisian kabel dapat mencapai 50 persen dalam sekitar 20 menit dengan adaptor yang sesuai.
MagSafe dan Qi2 juga tersedia. Pengisian nirkabel diklaim dapat mencapai 50 persen dalam sekitar 30 menit.
Angka penggunaan nyata tetap perlu diuji setelah perangkat dijual karena layar besar dan multitasking berpotensi mengonsumsi energi cukup tinggi.
Harga 1.999 Dolar AS Menjadi Penghalang Terbesar
iPhone Duo ditawarkan mulai 1.999 dolar AS untuk penyimpanan 256 GB. Pilihan penyimpanan tersedia hingga 2 TB.
Reuters melaporkan harga versi tertinggi dapat mencapai 3.199 dolar AS. Tingkat harga tersebut membuat Duo berada jauh di atas ponsel premium biasa.
Harga tinggi juga membuat target pengguna perangkat ini menarik untuk diperhatikan. Foldable masih menjadi kelompok kecil dalam pasar smartphone global, meskipun kehadiran Apple diperkirakan dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap kategori tersebut.
Duo tersedia dalam warna Star White dan Night Sky. Pemesanan awal dimulai pada 16 Oktober 2026, sementara penjualan dimulai 23 Oktober di lebih dari 70 negara dan wilayah.
Indonesia belum tercantum dalam daftar negara gelombang pertama yang disebut Apple dalam pengumuman global. Vietnam, Malaysia, dan Singapura termasuk di antara pasar Asia Tenggara yang mendapat jadwal 23 Oktober.
Kesan Pertama Lebih Banyak Positif, tetapi Belum Menjawab Semua Pertanyaan
Beberapa menit mencoba iPhone Duo di Apple Park cukup untuk memperlihatkan keunggulan utama perangkat tersebut. Transisi dua layar berjalan sangat halus, lapisan nano texture berhasil membuat lipatan lebih sulit terlihat, engsel terasa kokoh, dan multitasking dua aplikasi mudah dipahami.
Namun, sesi singkat belum bisa menjawab ketahanan layar setelah ribuan kali dilipat, kemampuan baterai dalam pemakaian berat, kenyamanan membawa bobot 254 gram sepanjang hari, atau biaya perbaikan ketika panel utama rusak.
Kamera juga harus dibandingkan langsung dengan iPhone 18 Pro sebelum dapat diketahui seberapa besar kehilangan lensa telefoto memengaruhi pengalaman fotografi.
Apple terlambat bertahun tahun memasuki kategori foldable dibandingkan Samsung, Google, Huawei, dan beberapa produsen Android lainnya. Namun, iPhone Duo menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekadar membuat iPhone yang dapat dilipat.
Apple membangun ulang sebagian pengalaman iOS, menyediakan multitasking, memanfaatkan dua layar untuk kamera, menambahkan Apple Pencil, menghidupkan kembali Touch ID, serta memakai lapisan layar khusus untuk mengurangi gangguan dari garis lipatan.
Pada kesan pertama, iPhone Duo terlihat seperti perangkat yang sangat matang untuk produk generasi pertama. Pertanyaan terbesar justru bukan apakah Apple berhasil membuat ponsel lipat yang menarik, melainkan apakah pengalaman tersebut cukup kuat untuk membuat pengguna membayar sedikitnya 1.999 dolar AS dan menerima beberapa kompromi dibandingkan iPhone 18 Pro.


Comment